KELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT

Kelestarian Lingkungan Laut

Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak. Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara, Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa. Melarang kegiatan perburuan liar dan menggalakkan kegiatan penghijauan.
A. Pelarangan Bagi Kapal yang Menggunakan Jaring Pukat Harimau
Pukat harimau (disebut juga trawl) adalah sejenis jala untuk mencari ikan dengan ukuran yang sangat besar dan mampu menjaring banyak ikan dalam waktu singkat. Para nelayan yang menggunakan pukat harimau, mereka hanya berfikir jangka pendek. Sekilas memang tampak menguntungkan, tetapi jika dilihat secara jangka panjang, mereka akan merugi. Mengapa? Karena jika penangkapan ikan tidak memberikan kesempatan ikan-ikan tersebut berkembang biak, pada akhirnya ikan-ikan tersebut akan habis, terus jika sudah habis. Pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.Kebanyakan ikan laut mengandung protein yang sangat baik untuk otak kita, sehingga jika ikan-ikan tersebut habis, yang rugi pasti manusia juga.
Pukat Harimau menjadi kontroversial karena dampaknya pada lingkungan. Karena pukat harimau dasar laut melibatkan alat tangkap berat yang diletakkan di dasar laut, hal itu dapat menyebabkan kehancuran besar-besaran di dasar laut, termasuk kerusakan karang yang menghancurkan habitat ikan dan perusakan rumput laut. Sumber utama nya adalah pintu (bukaan jaring) yang dapat memiliki bobot beberapa ton dan membuat lubang galian yang jika diseret sepanjang bagian bawah dasar laut. batu besar atau batu karang, mungkin akan terseret secara bersamaan yang dapat mengganggu atau merusak sedimen tanah didasar laut. Ini akan berdampak pada penurunan keanekaragaman spesies dan perubahan ekologi terhadap organisme lautan.
Di beberapa negara penggunaan pukat harimau atau trawl ini sudah dilarang. Indonesia sebenarnya juga sudah melarang penggunaan pukat harimau sejak tahun 1980 , lewat Keppres 39/1980. Meskipun sudah ada larangan, tapi kenyataan di lapangan, masih ada saja kapal nelayan modern yang mencuri-curi menggunakan pukat harimau ini. Ada 6 daerah nelayan yang masih menggunakan pukat harimau, meski dilarang, yaitu Nunukan, Tegal, Padang, Bagan Siapi-api, Pekalongan, dan Cilacap. Sudah saatnya pemerintah lebih tegas menindak para pengerusak alam tersebut.
B. Pembuatan Terumbu Karang dan Rumput Pembudidayaan Rumput laut
Rumput laut merupakan salah satu produk perikanan yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Peran terumbu karang untuk berkembang baik berbagai spesies ikan tak tak perlu diragukan lagi. Tidak hanya itu, terumbu karang juga bermanfaat sebagai sumber bahan obat dan medis. Mentyelamatkan terumbu karang, berarti menjaga ketersediaan ikan bagi kelangsungan kehidupan.Padahal, kerusakan dan matinya terumbu karang merupakan lonceng kematian bagi spesies ikan di dalamnya.
Terumbu karang merupakan sumber dari pembuatan hiasan dari karang (ornamental corals) karang yang luas dan batu kapur karang yang keras digunakan sebagai bahan pembuatan jalan dan bangunan serta bahan baku industri. Karang batu juga ditambang secara intensif untuk pembuatan kapur. Kegunaan tersebut di atas sering menimbulkan konflik dengan kebutuhan untuk memelihara terumbu karang guna mendukung produksi ikan dan mempertahankan struktur fisik terumbu yang berfungsi sebagai pelindung pantai terhadap abrasi.
Pembuatannya mungkin pekerjaan mudah. Tapi proses penenggelaman dan penempatannya di laut memerlukan keterlibatan para ahli di bidangnya. Penenggelamannya tidak bisa di sembarang tempat di laut. Kedalamannya saja harus memenuhi syarat minimal 10 sampai 20 meter dari permukaan laut, supaya tidak mengganggu pelayaran. Selain itu dasar laut harus dipilih yang tidak berlumpur. Setelah terpasang di lokasi yang memenuhi syarat, di permukaan ditempatkan sebuah pelampung yang dihubungkan dengan tali dan diikatkan pada karang buatan itu. Pelampung itu akan menjadi tanda atau peringatan bagi pengguna perairan, misalnya nelayan, bahwa di lokasi dimaksud terdapat karang buatan. Kemudian terumbu buatan akan dihinggapi oleh binatang-binatang karang, yang seiring perjalanan waktu akan mengalami proses pengerasan atau pengapuran. Semakin lama berada di kedalaman air dan mengalami proses seperti itu, benda tersebut akan makin kuat, dan diharapkan bisa menjadi tempat bagi ikan-ikan di laut untuk bertelur serta tumbuh dan berkembang.

Secara umum, budidaya rumput laut Indonesia masih dilakukan dengan sederhana. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya rumput laut. Faktor-faktor tersebut adalah :
1. Pemilihan lokasi yang memenuhi persyaratan bagi jenis rumput laut yang akan dibudidayakan. 2. Pemilihan atau seleksi bibit yang baik, penyediaan bibit dan cara pembibitan yang tepat.
3. Metode budidaya yang tepat.
4. Pemeliharaan tanaman
5. Metode panen dan perlakuan pasca panen yang benar
6. Pembinaan dan pendampingan secara kontinyu kepada petani.
Budidaya rumput laut di perairan pantai amat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki lahan tanah sedikit (sempit) serta berpenduduk padat, sehingga diharapkan pembukaan lahan budidaya rumput laut diperairan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengatasi lapangan kerja yang semakin kecil. Menurut Indriani dan Suminarsih (1999), terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk budidaya rumput laut di perairan pantai, yaitu:
1. Pemilihan Lokasi, perairan cukup tenang, terlindung dari pengaruh angin dan ombak, tersedianya sediaan rumput alami setempat, juga dengan kedalaman yang tidak boleh kurang dari dua kaki (sekitar 60 cm) pada saat surut terendah dan tidak boleh lebih dari tujuh kaki (sekitar 210 cm) pada saat pasang tertinggi. Selain itu juga harus didukung dasar perairan (tipe dan sifat substratum) yang digunakan. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas air, akses tenaga kerja, perizinan, dan sebagainya.
2. Melakukan Uji Penanaman, perlu dilakukan uji penanaman untuk mengetahui apakah daerah tersebut memberikan pertumbuhan yang baik atau tidak. Pengujian dilakukan dengan metode tali dan metode jaring.
3. Menyiapkan Areal Budidaya, setelah lokasi sudah dipastikan cukup baik,
4. Memilih metode budidaya yang akan digunakan.
C. Pemeliharaan Hutan Bakau
Hutan bakau adalah hutan yang biasa tumbuh di atas rawa-rawa, berair payau, serta terletak pada garis pantai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Hutan bakau sering disebut juga sebagai hutan mangrove. Secara khusus, hutan ini biasanya terbentuk di tempat-tempat yang menjadi area pengendapan atau pelumpuran bahan-bahan organik. Ekosistem hutan bakau cenderung bersifat khas. Karena merupakan area pengendapan lumpur dan berhubungan langsung dengan pasang surut air laut, maka hanya sedikit jenis tumbuhan yang dapat bertahan hidup. Jenis-jenis tumbuhan tersebut biasanya bersifat khas karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi yang panjang.
Salah satu pelestarian alam yang lagi di giatkan saat ini adalah pengembangbiakan hutan bakau (mangrove) di daerah pesisir. Hutan Bakau (mangrove) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.
Fungsi dari hutan bakau yaitu habitat satwa langka. Pelindung terhadap bencana alam. Pengendapan lumpur. Penambah unsur hara. Penambat racun. Sumber alam dalam kawasan dan luar Kawasan. Transportasi. Sumber plasma nutfah. Rekreasi dan pariwisata. Sarana pendidikan dan penelitian. Memelihara proses-proses dan sistem alami. Penyerapan karbon. Memelihara iklim mikro. Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: