Hama dan penyakit pada tumbuhan

  • Pengertian Hama

Hama adalah organisme perusak tanaman pada akar, batang, daun atau bagian tanaman lainnya sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan sempurna atau mati.

Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhan mengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur). Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya.

Ciri-ciri hama antara lain :
§ Hama dapat dilihat oleh mata telanjang
§ Umumnya berasal dari golongan hewan ( tikus, serangga, ulat, dan lain-lain)
§ Hama cenderung merusak bagian tanaman tertentu sehinggatanaman menjadi mati atau

    tetap hidup tetapi tidak banyak memberikan hasil
§ Organisme hama biasanya lebih mudah diatasi karena hama tampak oleh mata dan dapat

    dilihat secara langsung

Berikut adalah macam-macam hewan yang berpotensi sebagai hama :

  1. Tikus (Rattus Norvegicus)
    Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Di Purwakarta, Hama tikus adalah urutan pertama penyerang padi. Hal ini disebabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Masa reproduksi yang relatif singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi perkembang biakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus sangat aktif di malam hari.

Gejala serangan :

  • Tikus menyerang berbagai tumbuhan
  • Menyerang di pesemaian, masa vegetatif, masa generatif, masa panen, dan tempat

     Penyimpanan

  • Bagian tumbuhan yang diserang tidak hanya biji-bijian, tetapi juga batang tumbuhan muda
  • Tikus membuat lubang-lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak.

            Pengendalian :

  • Membongkar dan menutup lubang tempat bersembunyi para tikus dan menangkap

   tikusnya

  • Pengendalin Hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular
  • Menanam tanaman secara bersamaan agar dapat menuai dalam waktu yang sama pula

   sehingga tidak ada kesempatan bagi tikus untuk mendapatkan makanan setelah tanaman

   dipanen

  • Pengendalian Kimia, yaitu dengan menggunakan rodentisida (pembasmi tikus) atau

   Dengan memasang umpan beracun, yaitu irisan ubi jalar atau singkong yang telah

   direndam sebelumnya dengan fosforus. Peracunan ini sebaiknya dilakukan sebelum

   tanaman padi berbunga dan berbiji. Selain itu penggunaan racun harus hati-hati karena       juga berbahaya bagi hewan ternak dan manusia.

  1. Wereng

            Gejala serangan :

  • Menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang.
  • Daun dan batang kemudian kering, dan pada akhirnya mati.

            Pengendaliannya  :

  • Pengaturan pola tanam, yaitu dengan melakukan penanaman secara serentak maupun

   Dengan pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup

   wereng dengan cara menanam tanaman palawija atau tanah dibiarkan selama 1 – 2 bulan.

  • Pengandalian hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami wereng, misalnya laba- laba predator Lycosa Pseudoannulata, kepik Microvelia douglasi dan Cyrtorhin   lividipenis, kumbang Paederuss fuscipes, Ophinea nigrofasciata, dan Synarmonia
  • Pengandalian kimia, yaitu dengan menggunakan insektisida, dilakukan apabila cara lain tidak mungkin untuk dilakukan. Penggunaan insektisida diusahakan sedemikan rupa            sehingga efektif, efisien, dan aman bagi lingkungan.

  1. Walang Sangit (Leptocorixa acuta)

            Walang sangit merupakan salah satu hama yang juga meresahkan petani. Hewan    ini jika diganggu, akan meloncat dan tebang sambil mengeluarkan bau. Serangga ini   berwarna kemerah-merahan.

            Gejala serangan :

  • Menghisap butir – butir padi yang masih cair.
  • Biji yang sudah diisap akan menjadi hampa, agak hampa, atau liat.
  • Kulit biji iu akan berwarna kehitam – hitaman.
  • Walang sangit muda (nimfa) lebih aktif dibandingkan dewasanya (imago), tetapi hewan dewasa dapat merusak lebih hebat karenya hidupnya lebih lama.
  • Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji – biji yang sudah mengeras, yaitu dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat.

            Pengendalian terhadap hama walang sangit :

  • Menanam secara serentak
  • Membersihkan sawah dari segala macam rumput yang tumbuh di sekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak bagi walang sangit.
  • Menangkap walang sangit pada pagi hari menggunakan jala penangkap.
  • Penangkapan menggunakan umpan bangkai kodok, ketam sawah, atau dengan alga
  • Melakukan pengendalian hayati dengan cara melepaskan musuh alami walang sangit
  • Menyemprot insektisida pada saat gabah masak susu pada umur 70-80 hari setelah tanam
  1. Ulat

            Gejala serangan :

  • Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari.
  • Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.

            Pengendaliannya  :

  • Membuang telur – telur kupu – kupu yang melekat pada bagian bawah daun.
  • Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan

                 bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.

  • Apabila kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan

                 menggunakan pertisida.

  1. Ulat Buah (Dacus ferrugineus Coquillet atau Dacus Dorsalis Hend)

Gejala serangan:

  • Lalat ini menusuk pangkal buah sehingga terlihat ada bintik hitam kecil bekas tusukan

     lalat buah untuk memasukkan telur.

  • Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat, kemudian membusuk, dan

     berlobang.

  • Setelah telur menetas menjadi larva (belatung) dan hidup di dalam buah sampai buah rontok dan membusuk larva akan keluar ke tanah dan seminggu kemudian berubah      menjadi lalat muda.

  1. Tupai (Callosciurus notatus )

Tanaman yang diserang : buah kelapa buah kakao
Gejala Serangan :

merusak buah yang hampir masak, sehingga buah menjadi rontok.
Pengendalian        :

Penjagaan di kebun, dan memasang perangkap.

  1. Anjing tanah atau orong-orong (Gryllotalpa hirsuta atau Gryllotalpa African

            Gejala serangan :

  • Hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan.
  • Memakan hewan-hewan kecil (predator), tetapi tingkat kerusakan tanaman lebih besar dari pada manfaatnya sebagai predator.
  • Nimfa muda memakan humus dan akar tanaman, imago betina sayapnya berkembang setengah, yang jantan dapat mengerik di senja hari.

                        Pengendaliannya :

            Pengendaliannya diarahkan pada pengolahan tanah yang baik agar terowongan rusak.

  1. Uret (Exopholis hypoleuca, Leucopholis rorida, Phyllophaga helleri)

Gejala serangan :

  • Uret yang merusak tanaman padi terdiri dari spesies Exopholis hypoleuca, Leucopholis

     rorida, Phyllophaga helleri

  • Perkembangan hidup ketiga uret tersebut sama yaitu dari telur – larva (uret) – pupa – imago (kumbang).
  • Kumbang hanya makan sedikit daun-daunan dan tidak begitu merusak dibanding

            Pengendaliannya :

            Pengendalian diarahkan pada sistem bercocok tanam yang baik agar vigor tanaman baik.

  • Penyakit Tumbuhan

Jenis – jenis penyakit yang menyerang tumbuhan sangat banyak jumlahnya. Penyakit yang menyerang tumbuhan banyak disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya :

  1. Jamur

Jamur adalah salah satu organisme penyebab penyakit yang menyerang hampir semua bagian tumbuhan, mulai dari akar, batang, ranting, daun, bunga, hingga buahnya. Penyebaran jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh angin, air, serangga, atau sentuhan tangan.Penyakit ini menyebabkan bagian tumbuhan yang terserang, misalnya buah, akan menjadi busuk. Jika menyerang bagian ranting dan permukaan daun, akan menyebabkan bercak – bercak kecokelatan. Dari bercak – bercak tersebut akan keluar jamur berwarna putih atau oranye yang dapat meluas ke seluruh permukaan ranting atau daun sehingga pada akhirnya kering dan rontok.

       Contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur adalah sebagai berikut.

  1. Penyakit pada padi.
  2. Penyakit embun tepung.

       Untuk memberantas jamur ini dilakukan pengendalian secara kimia, yaitu dengan        pemberian fungsida pada tanaman yang terserang jamur.

  1. Bakteri

Bakteri dapat membusukkan daun, batang, dan akar tumbuhan. Bagian tumbuh tumbuhan yang diserang bakteri akan mengeluarkan lendir keruh, baunya sangat menusuk, dan lengket jika disentuh. Setelah membusuk, lama – kelamaan tumbuhan akan mati. Tumbuhan yang diserang bakteri dapat diatasi dengan menggunakan bakterisida. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah penyakit yang menyerang pembuluh tapis batang jeruk (citrus vein phloem degeneration atau CVPD). CVPD disebabken oleh bakteri Serratia marcescens. Gejalanya adalah kuncup daun menjadi kecil dan berwarna kuning, buah menjadi kuning, sehingga lama-kelamaan akan mati. Penyakit CVPD yang belum parang dapat disembuhkan dengan terramycin, yang merupakan sejenis antibiotik.

  1. Virus

Selain bakteri dan jamur, dalam kondisi yang sehat, tumbuhan dapat terserang oleh virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus cukup berbahaya karena dapat menular dan menyebar ke seluruh tumbuhan dengan cepat. Tumbuhan yang sudah terlanjur diserang sulit untuk disembuhkan. Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain penyakit daun tembakau yang berbercak – bercak putis. Penyakit ini disebabkan oleh virus TMV (tabacco mosaic virus) yang menyerang permukaan atas daun tembakau. Virus juga dapat menyerang jeruk. Penularan melalui perantara serangga.

  1. Alga (Ganggang)

Keberadaan alga juga perlu diaspadai karena dapat menyebabkan bercak karat merah pada daun tumbuhan. Tumbuhan yang biasanya diserang antara lain jeruk, jambu biji, dan rambutan. Bagian tumbuhan yang diserang oleh alga biasanya bagian daun, ditandai adanya bercak berwarna kelabu kehijauan pada daun, kemudian pada permukaannya tumbuh rambut berwarnya cokelat kemerahan. Meskipun ukurannya kecil, bercak yang timbul sangat banyak sehingga cukup merugikan.

  • Gejala dan Tanda tanaman yang terkena penyakit adalah :
  • Layu, tanaman yang layu karena sakit berbeda dengan yang kekurangan air. Kamu dapat mengujinya dengan menyiram tanaman dengan air. Jika tanaman tetap layu      setelah disiram air, kemungkinan ada bagian akar dan jaringan dalam batang yang            rusak oleh bakteri atau virus.
  • Rontok, bila kerontokan terjadi pada daun, ranting, buah, dan bunga secara bersamaan dapat dipastikan bahwa tanaman tersebut menderita sakit. Penyebabnya             dapat karena parasit, nonparasit, atau serangan hama.
  • Perubahan warna, misalnya daun menjadi berwarna kuning, redup, atau hijau pucat dalam jumlah banyak mengindikasikan bahwa tanaman itu sakit. Tetapi perubahan         warna pada daun juga dapat disebabkan oleh rusaknya klorofil atau karena         kekurangan cahaya matahari.
  • Daun berlubang, biasanya diawali oleh bercak berbentuk lingkaran, kemudian kering dan terbentuk lubang.
  • Kerdil, terjadi pada daun, buah, atau bagian lainnya.
  • Daun mengeriting
  • Busuk pada batang, daun, atau buah
  • Semai roboh

  • CARA MENGATASI

 Untuk menanggulangi serangan hama, dapat dilakukan dengan memberikan           pestisida. Terdapat beberapa jenis pestisida buatan, misalnya insektisida (untuk             menanggulangi serangan serangga), molisida (menanggulangi serangan Mollusca), dan       rodentisida (untuk menanggulangi serangan rodensia/binatang pengerat).

Namun demikian penggunaan pestisida buatan berdampak buruk terhadap lingkungan,      sehingga sekarang banyak dikembangkan biopestisida. Contoh biopestisida untuk        memberantas serangga dengan memanfaatkan ekstrak daun mimba dan daun paitan.

Penggunaan pestisida sintetis membutuhkan kecermatan, baik mengenai     pilihan             pestisida yang aman maupun petunjuk pemakaiannya. Hasil pemantauan rutin dapat             digunakan untuk mengetahui Janis hama dan penyakit yang menyerang, dan menentukan             jenis pestisida yang     sesuai sasaran. Pemantauan juga bermanfaat agar penyemprotan      tidak terlambat dengan menggunakan dosis dan waktu yang tepat sehingga             pengendalian hama dan penyakit dapat berhasil.

 Selain cara di atas, untuk menanggulangi hama dapat dilakukan dengan      memanfaatkan musuh alaminya, misalnya tikus ditanggulangi dengan burung hantu.          Teknik lain yang digunakan untuk mencegah perkembangan serangga adalah dengan          teknik jantan mandul. Caranya dengan dibiakkan serangga jantan mandul, lalu dilepaskan          pada musim kawin. Serangga betina yang kawin dengan jantan mandul tidak akan             menghasilkan telur fertil dan keturunan, sehingga populasi hama akan menurun.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: