FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG INDUSTRI PADA WILAYAH TERTENTU

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kata industri diambil dari bahasa Latin yaitu „Industria‟ yang artinya buruh atau penggunaan tenaga kerja secara terus-menerus. Penggunaan kata industri di beberapa negara. Eropa sedikit berbeda pengertiannya, seperti di Inggris artinya kerja keras atau rajin, di. Perancis berarti semua kegiatan pengolahan dan memproduksi barang kebutuhan, sedangkan di Jerman terbatas bagi usaha pengolahan yang dilakukan secara besar-besaran dengan mesin-mesin modern, demikian pula di Amerika Serikat.Secara umum dan luas, industri sering diartikan sebagai semua usaha dan kegiatan di bidang ekonomi yang produktif. Namun dalam pengertian yang sempit, industri diartikan sebagai segala usaha dan kegiatan yang sifatnya mengubah dan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.
Di Inggris, pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi, disebut pula dengan istilah “manufacturing”(kegiatan manufaktur). PBB sendiri memberi pengertian manufacturing sebagai kegiatan mengubah dengan mesin atau secara kimiawi segala benda hidup maupun benda mati menjadi sesuatu hasil atau produk yang baru melalui proses mesin atau keterampilan tangan, baik di pabrik maupun di rumah, dan hasil tersebut dijual, baik dalam skala besar maupun per satuan barang.
Dengan demikian, seolah-olah terdapat dua istilah yang berlaku, yakni industri dan manufaktur, lalu apa perbedaannya? Berdasarkan uraian pengertian di atas, tentunya kita dapat menyimpulkan apa itu industri dan apa itu manufaktur?Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menyaksikan beragam sekali kegiatan dan hasil dari industri. Misalnya: industri makanan/minuman, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan perumahan, perlengkapan perkantoran, kendaraan dan perlengkapannya, dan kebutuhan hidup lainnya. Karena industri erat hubungannya dengan berbagai keperluan hidup manusia, maka industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi manusia yang amat penting. Saatini industri merupakan sumber nafkah bagi sebagian besar penduduk di dunia. Lebih dari 30% penduduk dunia dan lebih dari 10% seluruh jumlah tenaga kerja di dunia bekerja di bidang industri, dan setengah dari 100 juta tenaga kerja industri di dunia terdapat di Eropa dan Amerika Utara.
Jumlah dan macam industri sangat beragam dan berbeda-beda untuk tiap daerah atau negara, tergantung pada sumber daya yang tersedia, teknologi, dan perkembangan ekonomi di tiap daerah atau tiap negara tersebut. Umumnya semakin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu daerah atau negara, makin banyak jumlah dan macam industri, serta makin beragam sifat kegiatan dan usaha industrinya tersebut. Untuk memudahkan kita mengetahui dan memahami berbagai kegiatan industri yang dilakukan manusia dalam kegiatan ekonominya tersebut, kita dapat mengelompokkannya berdasarkan berbagai kriteria tertentu.

B. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut
a. Mengetahui pengertian industri.
b. Mengetahui faktor-faktor pendukung penempatan industri pada wilayah tertentu.

BAB II. PEMBAHASAN

Pemilihan lokasi pabrik membutuhkan pertimbangan yang hati-hati. Di saat manajemen telah memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya menjadi tetap dan sulit untuk dikurangi. Keputusan lokasi sering bergantung pada tipe bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminmalkan biaya, sedang untuk bisnis eceran dan jasa professional, strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan. Walaupun demikian, strategi pemilihan gudang ditentukan oleh kombinasi antara biaya dan kecepatan pengiriman.
Secara umum, tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan. Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi:
1. Tidak pindah, tetapi meluaskan fasilitas yang ada
2. Mempertahankan lokasi sekarang, selagi menambah fasilitas lain dii tempat lain
3. Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain.
Pemilihan lokasi pabrik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini pada prakteknya berbeda penerapannya bagi satu pabrik dengan pabrik yang lain, sesuai dengan produk yang dihasilkan. Faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi dilihat dari sisi produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
1. Faktor primer, yaitu faktor yang harus dipenuhi, bila tidak, maka operasi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
2. Faktor sekunder, yaitu faktor yang sebaiknya ada, bila tidak operasi masih dapat diatasi dengan biaya lebih mahal.
Macam faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik adalah sebagai berikut:
1. Letak konsumen atau pasar, yaitu penempatan pabrik di dekat dengan daerah konsumen. Alasan yang mendasari pemilihan lokasi dekat dengan konsumen adalah adanya kemudahan untuk mengetahui perubahan selera konsumen, mengurangi resiko kerusakan dalam pengangkutan, apabila barang yang diproduksi tidak tahan lama, biaya angkut mahal, khususnya untuk produksi jasa.
2. Sumber bahan baku, yaitu penempatan pabrik di dekat dengan daerah bahan baku. Dasar pertimbangan yang diambil adalah apabila bahan baku yang dipakai mengalami penyusutan berat dan volume, bahan baku mudah rasak dan berubah kualitas, resiko kekurangan bahan baku tinggi.
3. Sumber tenaga kerja, alternatif yang dipakai adalah apakah tenaga kerja yang dibutuhkan unskill, dengan pertimbangan tingkat upah rendah, budaya hidup sederhana, mobiiitas tingp sehingga jumlah gaji dianggap sebagai daya tarik, ataukah tenaga kerja skill, apabila pemsahaan membutuhkan fasilifeas yang lebih baik, adanya pemikiran masa depan yang cerah, dibutuhkan keahlian, dan kemudahan untuk mencari pekerjaan lain.
4. Air, disesuaikan dengan produk yang dihasilkan apakah membutuhkan air yang jernih alami, jernih tidak alami, atau sembarang air.
5. Suhu udara, faktor ini mempengaruhi kelancaran proses dan kualitas hasil operasi.
6. Listrik, disesuaikan dengan produk yang dihasilkan kapasitas tegangan yang dibutuhkan.
7. Transportasi, berupa angkutan udara, laut, sungai, kereta api, dan angkutan jalan raya.
8. Lingkungan, masyarakat, dan sikap yang muncul apabila didirikan pabrik di dekat tempat tinggal mereka, apakah menerima atau tidak.
9. Peraturan Pemerintah, Undang-undang dan sistem pajak. Aspek umum yang diatur undang-undang adalah jam kerja maksimum, upah minimum, usia kerja minimum, dan kondisi lingkungan kerja.
10. Pebuangan limbah industri, kaitannya dengan tingkat pencemaran, sistem pembuangan limbah untuk perlindungan terhadap alam sekitar dan menjaga keseimbangan habitat.
11. Fasilitas untuk pabrik, berupa spare part, mesin-mesin, untuk menekan biaya.
12. Fasilitas untuk karyawan, agar dapat meningkatkan semangat kerja dan kesehatan kerja.
Seiring dengan adanya globalisasi, maka pemilihan lokasi menjadi semakin rumit.
Globalisasi terjadi karena:
1. Ekonomi pasar
2. Komunikasi internasional yang lebih baik
3. Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat diandalkan
4. Kemudahan perpindahan arus modal antar Negara
5. Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi.
Menurut beberapa ahli geografi ekonomi seperti Renner, Alexander, dan Robinson perkembangan suatu industri ditentukan oleh faktor pokok dan faktor tambahan. Yang termasuk faktor pokok adalah bahan mentah modal, tenaga kerja, sumber tenaga, transportasi dan pemasaran.
Berikut adalah faktor pokok yang menetukan perkembangan industri.
1. Faktor – faktor pendukung pembangunan industri. Apabila semua faktor tersebut dapat terpenuhi, kegiatan industri dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Bagi Indonesia, terdapat banyak faktor yang dapat mendukung pembangunan industri.
2. Faktor-faktor berupa kekayaan negara, antara lain sebagai berikut:
(a) Bahan mentah (bahan baku),
(b) modal,
(c) tenaga kerja,
(d) sumber tenaga,
(e) transformasi,
(f) pemasaran hasil industri,
(g) pemerintahan yang stabil,
(h) kondisi perekonomian :
1. pendapatan perkapita,
2. saluran distribusi,
(i) kemajuan teknologi
(j) semangat rakyat untuk membangun,
(k) iklim yang baik
(l) kebudayaan.
2. Faktor – faktor penghambat pembangunan industri.
a. Modal yang kurang.
b.Terbatasnya tenaga ahli dan tenaga terampil.
c.Pemasaran yang kurang lancar.
d.Kualitas barang.

Pentingnya pemilihan lokasi pabrik adalah untuk menentukan keberhasilan perusahaan hubungannya dengan biaya operasi, harga jual, serta kemampuan perusahaan untuk. bersaing di pasar. Alternatif pemilihan lokasi adalah pertimbangan biaya yang dikeiuarkan dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang diperoleh. Alternatif pemilihan lokasi tersebut apakah didirikan pabrik baru, ekspansi, ataukah relokasi bagi pabrik yang sudah ada.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangunan dan perekayasaan industri yakni kelompok industri (kelompok industri dasar), kelompok industri hilir, dan kelompok industri kecil.
2. Faktor – faktor penghambat pembangunan industrim modal yang kurang, terbatasnya tenaga ahli dan tenaga terampil, pemasaran yang kurang lancar dan kualitas barang.
3. Faktor – faktor pendukung pembangunan industri. Apabila semua faktor tersebut dapat terpenuhi, kegiatan industri dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Bagi Indonesia, terdapat banyak faktor yang dapat mendukung pembangunan industri.

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……………………………………………………………………….
B. Tujuan ……………………………………………………………………………………

BAB II. PEMBAHASAN

BAB III. PENUTUP
3.1. Kesimpulan …………………………………………………………………………

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: